Keunikan Masjid Sela, Atap dari Campuran Putih Telur Hingga Masjid Pertama Kraton Yogyakarta

Meski berukuran kecil, masjid ini memiliki sejarah yang cukup panjang bagi perkembangan Kraton Nyayogyakarta

Dok BPCB DIY
Tampak depan bangunan Masjid Sela. 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYAKARTA - Tak banyak yang mengetahui kehadiran masjid satu ini. Padahal masjid ini menjadi salah satu masjid unik dan bernilai sejarah khususnya bagi Kraton Nyayogyakarta.

Namanya adalah Masjid Sela. Lokasinya ada di RT 41 RW 11 Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta.

Lantas apa saja keunikan masjid ini? padahal masjid ini bisa dibilang berukuran kecil hanya mampu menampung 80-150 jamaah.

1. Dibangun Pada Masa Sultan Hamengku Buwana I

Masjid ini dikabarkan dibangun tahun 1709 J atau 1787 M pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwana I.

Pendirian masjid dipimpin oleh Tumenggung Mangundipuro dan di bawah pengawasan RM Sundara (Pangeran Adipati Anom atau putera mahkota yang kelak menjadi Sultan Hamengku Buwana II).

Masjid Sela sebenarnya merupakan bagian dari kompleks Dalem Kadipaten atau Dalem Putra Mahkota).

Masjid Sela

2. Dibangun dengan material unik seperti legen hingga putih telur

Konon, seluruh bangunan Masjid Sela terbuat dari adonan pasir dan gamping, dengan menggunakan perekat dari legen (nira).

Campuran baha-bahan tersebut menjadi keras dan menghitam seperti sela (Jawa) artinya batu, sehingga masjid ini dinamakan Masjid Sela.

Halaman
12
Ikuti kami di
Baca Juga
Penulis: Wahyu Setya Nugraha
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved