Rencana Sekolah Dibuka Lagi, KPAI: Sanitasi Sekolah Perlu Diperhatikan

Sanitasi yang belum memadai dipandang KPAI menjadi salah satu alasan rencana dibukanya kembali sekolah belum diminati para orang tua.

Rencana Sekolah Dibuka Lagi, KPAI: Sanitasi Sekolah Perlu Diperhatikan
Dok pri
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti. 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM - Pemerintah akan mengumumkan secara daring keputusan bersama “Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Covid 19”, Senin 15 Juni 2020.

Keputusan bersama yang dimaksud, karena melibatkan kementerian/lembaga terkait, diantaranya adalah Kemenko PMK, Kemdikbud, Kemenag, Kemenkes, Kemendagri, Gugus tugas Covid Nasional, dan Ketua Komisi X DPR RI.

Sehubungan dengan rencana pemerintah mengumumkan keputusan kebijakan sector pendidikan di masa Pandemi Covid 19, maka Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengingatkan pemerintah terkait kebijakan anggaran yang harus diarahkan untuk sector pendidikan.

Mengingat infrastruktur new normal di satuan pendidikan wajib di penuhi demi melindungi kesehatan dan kesalamatan anak-anak Indonesia. Jika mengandalkan anggaran sekolah, akan sulit memenuhi infrastruktur new normal tersebut.

Dalam angket jejak pendapat yang dilakukan oleh Komisioner KPAI, Retno Listyarti terkait pembukaan sekolah di masa new normal, ada 66% orangtua yang menolak sekolah di buka pada tahun 2020, dan dari 66% orangtua tersebut mengungkapkan alasan penolakan membuka sekolah karena insrastruktur sekolah seperti wastafel belum tersedia sesuai jumlah rombongan belajar (21%); tak ada sabun dan air (19%), tidak ada tisu (18%); toilet kotor (15%), dan toilet minim (15%).

Masukan KPAI Pada Pemerintah Agar Beri Perhatian pada Anak dan Anak Terlantar di Panti Sosial

“Tanpa sanitasi yang bersih di sekolah, maka anak-anak berpotensi terpapar virus dan kuman selama berada di sekolah,” ujar Retno Listyarti, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Senin (15/6/2020).

Buruknya fasilitas sanitasi di sekolah membuat sebagian besar orangtua keberatan sekolah dibuka di masa new normal, kecuali pemerintah pusat dan pemerintah daerah bersinergi melakukan intervensi dalam meningkatkan kesediaan sarana sanitasi yang memadai di sekolah.

"Diperlukan sinergi dengan kabupaten kota baik melalui APBD dan juga dana alokasi khusus untuk meningkatkan mutu dan jumlah sarana sanitasi di sekolah-sekolah," lanjutnya.

Retno menambahkan para orangtua dalam angket jejak pendapat juga menyampaikan harapannya agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah membantu sekolah menyiapkan wastafel (57%), menyediakan sabun (67%), menyediakan handsanitizer (61%), dan membuat protocol kesehatan di sekolah (75%). Terkait pertanyaan harapan tersebut, responden dapat memilih jawaban lebih dari satu.

Mulai dari Siswa Ngompol sampai enggan Ganti Pembalut

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Wahyu Setya Nugraha
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved