Jika Sudah Dibuka, Pengunjung Candi Borobudur dan Prambanan Bakal Dibatasi

Pembatasan kunjungan ini diperkirakan akan mencapai 50 persen dan dimulai bertahap dari 10-40 persen.

Jika Sudah Dibuka, Pengunjung Candi Borobudur dan Prambanan Bakal Dibatasi
Tribunjogjawiki.com/Wahyu SN
Candi Prambanan telah menyiapkan sejumlah protokol dan SOP menyambut era normal baru di kawasan wisata. 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, SLEMAN - Candi Prambanan telah melakukan simulasi protokol kesehatan, fasilitas serta layanan di area wisata candi pada Kamis (11/6/2020).

Simulasi ini menjadi penanda kesiapan serta komitmen pengelola dalam hal ini PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan dan Ratu Boko menyambut era normal baru.

Kendati telah menyiapkan protokol serta SOP yang diperkuat dengan agenda simulasi yang mengundang berbagai pihak termasuk pemerintah dan Gugus Tugas, pihak TWC masih akan menunggu rekomendasi untuk membuka kawasan wisata heritage ini.

"Adapun kapan bukanya, kita menunggu rekomendasi dari tim Gugus Tugas. Kalau (protokol dan SOP) kita sesuai standar (setelah proses simulasi) maka kita ajukan izin pembukaan, semoga tidak lama," kata Direktur Utama PT TWC Edi Setijono usai mendampingi proses simulasi di Candi Prambanan, Kamis (11/6/2020).

Edy menegaskan misalkan izin pembukaan didapatkan pun, pihaknya masih tetap berhati-hati dengan cara membatasi jumlah kunjungan. Edy menyebut pembatasan rencananya akan ia lakukan hingga 50 persen dari kunjungan pada hari biasanya (normal).

Pembukaan Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Tunggu Rekomendasi

Susul Borobudur, Candi Prambanan Lakukan Simulasi Penerapan Standar New Normal di Kawasan Wisata

Kendati demikian pihaknya tidak akan serta merta langsung mengizinkan 50 persen pengunjung dari jumlah kunjungan biasanya.

Ia menegaskan akan dilakukan secara bertahap. Jumlah pengunjung akan ditingkatkan mulai dari 20 persen kemudian 30 persen, 40 persen hingga 50 persen.

Tahapan tersebut diperlakukan sesuai dengan kepatuhan dari para pengunjung terhadap protokol yang telah ditetapkan.

"Pembatasan kunjungan ini nantinya akan kita buat interval dari bagian depan, mulai dari drop off, cuci tangan, pengunjung harus terbiasa antri dan tidak bergerombol begitu juga ketika di ticketing, masuk dan di ketika didalam," katanya.

Ikuti kami di
Penulis: Wahyu Setya Nugraha
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved