KPAI Terima Aduan Terkait PPDB

Penerimaan Peserta Didik Baru disejumlah daerah belum dimulai namun Komisi Perlindungan Anak Indonesia telah mendapatkan sejumlah aduan.

KPAI Terima Aduan Terkait PPDB
Dok pri
Retno Listyarti Komisioner KPAI Bidang Pendidikan 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima sejumlah aduan terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Padahal PPDB di sejumlah daerah belum dimulai.

Retno Listyarti Komisioner KPAI Bidang Pendidikan mengatakan pengaduan PPDB berupa masalah teknis ada 4 kasus, yaitu kekeliruan pendaftar dalam mengisi data seperti asal sekolah.

"Ada pengadu yang berasal dari SMPN 6 Tangerang, tetapi salah data menjadi SMPN 6 Serang, Pengaduan teknis semacam itu merupakan kewenangan Dinas Pendidikan setempat, sehingga staf pengaduan KPAI memberikan nomor telepon pengaduan PPDB Disdik setempat yang dapat dihubungi langsung oleh orangtua calon peserta didik tersebut," kata dia lewat pesan tertulis, Minggu (7/6/2020).

Selain itu, kata Retno, ada 3 pengaduan lagi terkait kebijakan yang dianggap tidak adil bagi anak-anak, yaitu terkait ketetapan zonasi di DKI Jakarta yang hanya 40 persen dari yang seharusnya minimal 50 persen menurut Permendikbud No. 44 Tahun 2019 tentang PPDB; dan ada pengaduan terkait penggunaan indicator seleksi berupa usia (semakin tua usia, peluang diterima semakin besar).

"Sementara anak pengadu mau mendaftar ke jenjang SMA dengan usia 14 tahun. Orangtua pengadu khawatir anaknya tidak diterima di sekolah negeri karena usianya masih terlalu muda, padahal secara ekonomi keluarga pengadu mengalami kesulitan kalau harus bersekolah di SMA swasta," bebernya.

Dampak Pandemi, Siswa Kesulitan Bayar SPP dan Tak Boleh Ujian Kenaikan Kelas, KPAI Angkat Bicara

Candi Morangan

Selain itu, ada satu keluarga inti beranggotakan 4 orang yang sedang menjalani isolasi di RS Wisma Atlet kebingungan mendaftarkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi karena mereka sekeluarga sedang diisolasi, dimana seluruh dokumen anak ada di rumah dan bingung dengan sistem daring PPDB DKI Jakarta.

"Kasus yang terakhir ini, yang mengadukan adalah tetangganya," tutupnya.

Sementara itu dilaporkan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima 7 pengaduan terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sebanyak 7 kasus. Pengaduan berasal dari DKI Jakarta 5 kasus, Banten 1 kasus dan Jawa Barat 1 kasus.

Ketiga wilayah ini termasuk yang terdepan dalam membuat juknis dan pembagian zonasi. Pengaduan diterima KPAI mulai 27 Mei hingga 5 Juni 2020.

Selain PPDB, KPAI juga menerima 5 pengaduan terkait tunggakan SPP yang membuat para siswa tidak diperkenankan mengikuti ujian kenaikan kelas atau Penilaian Akhir Semester (PAT). Pengaduan SPP berasal dari Jawa Barat, DKI Jakarta dan Tangerang selatan.

Ikuti kami di
Penulis: Wahyu Setya Nugraha
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved