Keunikan Candi Morangan, Candi Hindu yang Punya Banyak Relief dan Cerita Menarik

Berbeda dengan candi hindu lainnya, Candi Morangan justru memiliki relief berecerita seperti pada candi buddha

Dok visitingjogja.com
Reruntuhan batu candi morangan yang ada di Sleman. 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, SLEMAN - Tak seperti kebanyakan candi hindu lainnya, Candi Morangan justru memiliki banyak relief yang terpahat pada batang kaki dan tubuh candi, yang dipastikan terletak antara perbingkaian atas dan bawah.

Selain itu di candi ini terdapat satu panel relief yang membedakan dengan candi-candi lainnya, yaitu panel relief yang diperkirakan bagian dari cerita Tantri Kamandakan.

Relief tersebut mengisahkan fabel tentang seekor harimau yang tertipu oleh seekor kambing. Hal ini cukup istimewa karena selama ini relief tersebut biasanya hanya ditemukan pada candi berlatar belakang agama Buddha

Walau bentuk bangunan utama candi ini belum tersusun secara utuh, pengunjung dapat melihat serta mengamati relief-relief dengan cerita yang menarik. Terdapat enam relief unik yang terdapat di reruntuhan dinding candi ini.

Pertama, terdapat relief dua laki-laki mengapit tumpukan bunga-bungaan. Relief ini menggambarkan salah satu adegan dalam upacara keagamaan. Bunga merupakan salah satu unsur penting dalam pemujaan agama Hindu.

Kedua adalah relief dua wanita mengapit kendi besar dengan membawa kendi-kendi kecil. Relief ini menggambarkan salah satu adegan dalam upacara keagamaan. Kendi adalah tempat air suci yang dianggap dapat membersihkan noda dan dosa.

Candi Morangan

Sejarah dan Struktur Bangunan Candi Morangan yang Menarik

Ketiga adalah dua wanita menunggang gajah. Relief ini menggambarkan dua orang wanita menunggang gajah. Gajah adalah binatang istimewa karena pada zaman dulu hanya seorang raja yang boleh memilikinya sebagai simbol kemegahan kerajaan.

Sedangkan keempat adalah relief tiga orang resi membawa lontar pustaka (kitab suci) dan uptala (teratai biru). Sementara yang kelima adalah relief kepala Resi Agastya dalam relung.

Relief ini merupakan hiasan yang biasa terdapat pada bagian atap candi yang juga terdapat di Candi Gebang.

Sedangkan yang keenam adalah relief ayam jantan disangga gana. Gana, atau sering juga disebut Shiwaduta, adalah makhluk kecil pengiring Shiwa.

Sedangkan ayam jantan melambangkan kekuatan, keberanian dan kesuburan. Selain itu dalam kehidupan keagamaan, ayam sering digunakan sebagai hewan korban.

Ikuti kami di
Penulis: Wahyu Setya Nugraha
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved