Candi Morangan

Candi Morangan bisa dikatakan sebagai salah satu candi paling utara di Sleman bahkan DIY. Candi ini punya sejarah yang tak kalah menarik

zoom-inlihat foto Candi Morangan
Dok kebudayaan.kemdikbud.go.id
Reruntuhan candi morangan di Sleman.

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, SLEMAN - Salah satu candi Hindhu Kuno ini berlokasi di dusun Morangan, Sindumartani, Ngemplak, Sleman DIY. Lokasinya cukup asri, jauh dari ingar bingar perkotaan, hanya ada suara aliran sungai serta gemerisik pepohonan.

Candi ini merupakan candi hindhu yang tersebar di Kabupaten Sleman, candi ini merupakan candi yang terletak paling utara di wilayah DIY dan paling dekat dengan Gunung Merapi. Selain itu candi ini sangat dekat dengan aliran Sungai Gendol, kurang lebih sekitar 100 meter sebelah barat.

Sejarah

Candi Morangan ditemukan pada tahun 1884, dalam kondisi runtuh dan ditumbuhi semak belukar serta akar pohon. Runtuhnya Candi Morangan tidak lepas dari aktivitas Gunung Merapi.

Kondisi tanah di lokasi candi yang terdiri atas batu-batu dan pasir yang berasal dari luapan lahar Sungai Gendol merupakan bukti dari aktivitas tersebut. Candi Morangan berada pada kedalaman 2,5 m di bawah permu­kaan tanah sekarang.

Berdasarkan penelitian para ahli purbakala, Candi Morangan diperkirakan dibangun pada abad IX dan X pada masa Kerajaan Mataram Hindhu.

Pembangunan candi ini diperkirakan satu era dengan candi Hindhu lainnya, yaitu Prambanan. Pada saat ditemukan pada tahun 1982, candi ini terpendam 6,5 meter di bawah tanah.

Candi Barong

Candi Banyunibo

Struktur Bangunan

Candi Morangan terdiri atas 2 buah bangunan, yaitu candi induk dengan ukuran 7,95 m x 7,95 m menghadap ke arah barat dan candi perwara dengan ukuran 4 m x 4 m menghadap ke arah timur.

Pahatan relief yang terdapat di Candi Morangan sebagian besar terdiri atas relief-relief binatang seperti kera, gajah, kijang, kelinci, singa, dan burung.

Dilihat dari pemetaan bangunannya, Candi Morangan memiliki dua buah bangunan candi, yaitu induk dan perwara yang berbahan baku batu andesit.

Di kompleks Candi Morangan juga ditemukan yoni dan arca resi serta beberapa arca lain di dalam relung-relung candi.

Peletakan bangunan candi induk menghadap ke barat, memiliki satu bilik dengan denah bujur sangkar (7,95 m x 7,95 m) dengan selasar selebar 90 m.

Candi ini memiliki beberapa bagian yang terdiri atas sisi genta, belah rotan, bingkai persegi, serta takuk ganda.

Sedangkan candi perwara menghadap ke timur, dengan denah sama yaitu bujur sangkar (4 m x 4 m). Secara lengkap candi induk terdiri atas kaki, tubuh serta atap candi. Pembagian tersebut dalam agama Hindu melambangkan tiga alam yaitu bhurloka, bhuwarloka, dan swarloka.

Relief dan Keunikannya

Keunikan Candi Morangan memiliki banyak relief yang terpahat pada batang kaki dan tubuh candi yang dipastikan terletak antara perbingkaian atas dan bawah. Selain itu di candi ini terdapat satu panel relief yang membedakan dengan candi-candi lainnya, yaitu panel relief yang diperkirakan bagian dari cerita Tantri Kamandakan.

Relief tersebut mengisahkan fabel tentang seekor harimau yang tertipu oleh seekor kambing. Hal ini cukup istimewa karena selama ini relief tersebut biasanya hanya ditemukan pada candi berlatar belakang agama Buddha.

Candi Sewu

Reruntuhan batu candi morangan yang ada di Sleman.
Reruntuhan batu candi morangan yang ada di Sleman. (Dok visitingjogja.com)

Walau bentuk bangunan utama candi ini belum tersusun secara utuh, pengunjung dapat melihat serta mengamati relief-relief dengan cerita yang menarik. Terdapat enam relief unik yang terdapat di reruntuhan dinding candi ini.

Pertama, terdapat relief dua laki-laki mengapit tumpukan bunga-bungaan. Relief ini menggambarkan salah satu adegan dalam upacara keagamaan. Bunga merupakan salah satu unsur penting dalam pemujaan agama Hindu.

Ikuti kami di
KOMENTAR
420 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved