New Normal Diterapkan, Muhammadiyah Sebut Perlu Kewaspadaan Semua Pihak

Penerapan new normal kata Haedar Nashir perlu dibarengi dengan kewaspadaan seluruh pihak. Pasalnya kasus covid-19 masih bertambah

Ist
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM,YOGYAKARTA - Warga masyarakat bersemangat ke masjid dan beraktivitas publik tertentu sebagai suasana baru memasuki apa yang oleh pemerintah disebut New Normal. Di sejumlah masjid bahkan mulai dilakukan salat Jum'at.

“Alhamdulillah semoga semua menuju suasana membaik sebagaimana harapan kita. Siapa yang tidak ingin kita landai dan akhirnya terbebas dari pandemi Covid-19 yang berat ini?,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir pada Sabtu (6/6/2020).

Namun pemandangan kontras justru diumumkan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto.

Dia menyampaikan adanya penambahan jumlah pasien yang positif 703 kasus terinfeksi Covid-19 di Indonesia pada Jumat (5/6/2020), sehingga total pasien positif hingga Jumat pukul 12.00 WIB mencapai 29.521 kasus.

Bila ada yang bersemangat tinggi mendorong aktivitas umum tanpa berpijak pada data pemerintah sendiri, tentu kuranglah arif.

“Jangan merasa seolah wabah sudah berakhir, apalagi dengan aura angkuh. Sebab betapa berat ketika orang tertular dan bergulat menanganinya, yang akhirnya banyak korban jiwa,” ucap Haedar.

Kata Ketua PP Muhammadiyah Soal New Normal

Mulai Juni 2020 Kawasan PT TWC Borobudur Dibuka, Terapkan The New Normal Pariwisata

Haedar menuturkan yang dapat dipetik dari dua kenyataan tersebut, pertama, semua boleh memasuki suasana baru dan beraktivitas publik, tetapi ikuti protokol kesehatan dan kebijakan pemerintah setempat.

“Ibarat orang sakit, kalau sudah dinyatakan sehat dan boleh pulang dari rumah sakit, namun tetap harus hati-hati dan menyesuaikan diri. Jangan memaksakan diri secara berlebihan. Antarwarga tidak perlu pula saling bersilang-sengketa lagi tentang keadaan. Semuanya akhirnya tergantung kita. Istilah dalam bahasa Jawa, 'monggo kemawon' dipersilakan kepada semuanya,” jelas Haedar.

Namun satu hal yang nyata dan tidak dapat dibantah oleh siapapun, Covid-19 masih menaik dan belum melandai sebagaimana diumumkan resmi oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto.

Sementara pihak rumah sakit, dokter, dan para petugas kesehatan di lapangan masih berjuang keras menjadi benteng terakhir dalam hadapi Covid-19.

“Mereka tetap setia melayani pasien sambil menjaga diri agar tidak tertular karena merekalah yang langsung berhadapan dengan pasien di garda depan. Semoga semuanya dilindungi Allah SWT,” imbuh Haedar.

Karenanya sikap seksama dan waspada semua pihak sangat diutamakan.

Dalam Edaran PP Muhammadiyah nomor 05/EDR/I.0/E/2020 ada pernyataan penting pada poin 5 yang berbunyi 'Umat Islam pada umumnya dan warga Muhammadiyah pada khususnya hendaknya tetap waspada disertai ikhtiar untuk mengatasi berbagai masalah pandemi Covid-19 baik kesehatan, sosial, maupun ekonomi. Bersikap berdasarkan agama (dīniyyah) sesuai manhaj Tarjih dan ilmu pengetahuan (ilmiah) tetap diutamakan'. 

"Dalam beribadah hendaknya tetap mengutamakan pertimbangan kesehatan, kemaslahatan, keselamatan, dan keamanan sesuai maqāṣid al-syarī'ah untuk menghindari mafsadat dan mengurangi penularan Covid-19,” pungkas Haedar.

Ikuti kami di
Penulis: Wahyu Setya Nugraha
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved