Pengusaha Konveksi Meraup Rezeki di Tengah Pandemi Covid-19

Pengusaha konveksi meraih untung ditengah pandemi dengan membuat masker dan hazmat.

Tribunjogjawiki.com/Wahyu Setiawan
Pengusaha konveksi beralih membuat masker dan hazmat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan terus memutar roda bisnis. 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, SLEMAN - Kendati pandemi covid-19 membuat beberapa sektor lumpuh namun salah satu sektor yang dapat meraih keuntungan ditengah pandemi ialah bisnis konveksi.

Pasalnya, protokol kesehatan menyebutkan bahwa penggunaan masker saat keluar rumah menjadi hal yang wajib dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Celah inilah yang dimanfaatkan para pengusaha konveksi untuk membuat masker bahkan alat pelindung diri hazmat untuk tetap memutar roda bisnis yang dimiliki.

Hazmat sendiri di Indonesia menjadi barang yang cukup langka saat awal virus ini ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO.

Anas Hermawan salah satu pengusaha yang cukup lama berkecimpung di dunia konveksi di DIY ini menjelaskan pihaknya akhirnya memilih untuk memproduksi masker dan hazmat.

KAI Ubah Jadwal Operasi Kereta Luar Biasa, Jalan 2 Hari Sekali Mulai 15 Mei 2020

"Ide awalnya sebenarnya dari temen nanyain kabar mengenai usaha saya kemudian memberi ide, kenapa nggak jualan masker aja? Kan itu demand-nya bakalan naik drastis. Awalnya saya kurang tertarik dan pengen istirahat sejenak dari dunia bisnis. Tapi karena pada saat itu kondisi lagi urgent banget yaudah saya iya-kan untuk membuat 12 lusin masker," beber Anas tempo hari.

Lantaran jumlah pesanan yang meningkat dengan cepat dan kapasitas produksi melebihi kemampuan akhirnya ia pun harus mengalihkan produksi ke beberapa partner home produksi, yang tersebar di DIY, Klaten dan Solo.

Dengan demikian secara tidak langsung usaha yang ia labeli dengan APD Darurat ini mampu membantu menggerakan UMKM yang sebelumnya berhenti produksi karena wabah ini.

"Karena nggak mungkin 1 tempat bisa nyelesein pesanan yang sampai puluhan ribu pcs. Akhirnya saya sebar, karena tiap panel yang dimintain tolong adalah kampung penjahit dan disatu tempat itu kebetulan pas kerjaannya ngga ada atau stuck karena pandemi, kemudian aku masuk, mereka bisa produksi lagi. Jadi sub dari panelnya banyak banget. 1 panel itu bisa 10-15 rumah yang bantuin, jadi prosesnya cepet," bebernya.

Selain masker, APD Darurat juga memproduksi hazmat. Produksi hazmat ini berawal dari permintaan pasar yang besar, namun produksi belum siap yang kemudian mengakibatkan kelangkaan stock hazmat dari pemerintah.

Selain menggerakan UMKM, APD Darurat juga membantu pemerintah untuk supply APD.

Penutupan Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Kembali Diperpanjang hingga 29 Mei 2020

Jenis bahan yang digunakan oleh APD Darurat adalah spunbond dengan kuliatas baik.

"Stock bahan jenis ini merupakan bahan yang sedang sulit di tengah keadaan seperti ini," katanya.

Hingga saat ini APD Darurat sudah berhasil memproduksi sekitar 200 ribu masker dengan berbagai macam varian warna dari model karet hingga tali, dan hazmat sekitar 20 ribu.

Selain dari para buyer secara langsung, APD Darurat juga memasarkan produknya melalui media sosial dan market place.

"Dari usaha ini, ada sekitar 250 orang yang terlibat, dari mulai proses produksi hingga pemasaran," pungkasnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved