Agrowisata Bhumi Merapi

Banyak hal yang bisa dilakukan saat berkunjung ke agrowisata bhumi Merapi ini, mulai dari edukasi agro hingga spot foto menarik.

Agrowisata Bhumi Merapi
Dok Agrowisata Bhumi Merapi
Pengunjung Agrowisata Bhumi Merapi saat berfoto bersama. 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, SLEMAN -Agrowisata Bhumi Merapi merupakan agrowisata berkonsep edukasi yang berada di kaki Gunung Merapi.

Agrowisata ini berdiri di atas lahan seluas 5,2 hektar dan baru dibuka untuk umum pada 20 Desember 2015. Sejak dibuka untuk umum tempat wisata ini banyak dikunjungi wisatawan berbagai daerah yang ingin belajar tentang peternakan, perkebunan, dan pertanian. Kondisi alam yang asri membuat udara di tempat ini sangat sejuk.

Selain wisata, pengunjung juga bisa belajar banyak hal dari lokasi wisata ini. Diantaranya di bidang peternakan seperti belajar memerah susu kambing etawa, memberi susu bagi anak kambing, mengolah susu hasil perahan menjadi berbagai macam olahan, serta mengolah kotoran kambing menjadi pupuk organik dan biogas.

Selain kambing etawa ada juga edukasi budidaya kelinci, mulai dari memberi makan kelinci hingga cara merawat kelinci. Selain binatang ternak wisatawan juga dapat bercengkrama dengan berbagai macam reptil dan hewan mamalia yang ada di tempat ini seperti ular, kura-kura, ikan, rusa, serta masih banyak lagi.

Agrowisata Bhumi Merapi Jadi Spot Wisata Ramah Anak

Di bidang pertanian dan perkebunan lokasi wisata ini juga menawarkan edukasi tentang tanaman hidroponik.

Fasilitas lain yang dimiliki Agrowisata Bhumi Merapi, diantaranya yaitu adanya camp ground dan area outbond, untuk camp ground dikenakan tarif sebesar Rp. 650.000 untuk menyewa peralatan camping sekaligus mendapatkan berbagai macam fasilitas lain.

Ada juga jasa penyewaan mobil jeep dengan tarif sebesar Rp 150.000 per mobil dengan kapasitas 5-6 orang, untuk berkeliling area agrowisata dan Kali Kuning.

Semakin memanjakan wisatawan, Agrowisata Bhumi Merapi juga menyediakan beberapa spot foto menarik, salah satunya adalah spot foto Rumah Hobbit, yang menjadi spot foto favorit.

Ada juga sebuah situs sejarah berupa goa yang bernama Goa Ponggolo, menurut beberapa sumber, goa ini telah berusia sekitar 200 tahun, yang diperkirakan goa ini dibangun oleh kiyai dan nyai Ponggolo pada saat perang Diponegoro dan digunakan sebagai tempat berlindung dari serangan Belanda. Goa ini memiliki panjang sekitar 350 meter dan lebar sekitar 1 hingga 2,5 meter.

Anak-anak saat bermain bersama domba merino koleksi agrowisata bhumi merapi.
Anak-anak saat bermain bersama domba merino koleksi agrowisata bhumi merapi. (Dok Agrowisata Bhumi Merapi)

FASILITAS

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Wahyu Setya Nugraha
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved