Akibat Corona, Hanya Ada 8 Kereta Api yang Beroperasi di Daop 6 Yogyakarta

Praktis hanya ada delapan perjalanan kereta api yang bertugas di Daerah Operasional 6 Yogyakarta akibat corona ini

Dok PT KAI Daop 6 Yogyakarta
Penumpang KA Prameks duduk berjauhan mengikuti anjuran physical distancing sebagai upaya menekan angka sebaran virus covid-19. 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA - Merebaknya wabah covid-19 membuat sejumlah sektor terpengaruh. Tak terkecuali bagi jasa transportasi seperti kereta api. Adanya kebijakan physical distancing untuk mengurangi penyebaran virus juga menjadi akibat menurunnya penumpang. Terlebih diperkuat dengan anjuran untuk dirumah saja.

Oleh karenanya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengurangi kembali jumlah perjalanan kereta api.

Mulai 10 April 2020, otomatis hanya tinggal delapan kereta api yang beroperasi di Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta dan Jawa Tengah.

"Jumlah penumpang sangat sedikit. Serta dilandasi niat baik untuk sukses mendukung pemerintah dalam mencegah rantai penularan virus Corona maka mulai tanggal 10 April hingga 23 April 2020 PT KAI Daop 6 menambah lagi jumlah KA yang dibatalkan," kata Manager Humas PT KAI Daop 6 Eko Budiyanto, belum lama ini.

Perjalanan kereta api yang dibatalkan termasuk kereta ekonomi Bengawan relasi Purwosari Solo – Pasar Senen Jakarta (pulang-pergi). Kereta api Bengawan adalah kereta PSO (Public Service Obligasi).

Mulai 8 April hingga 30 April 2020, KAI Daop 6 Yogyakarta Batalkan KA Progo

Dengan pembatalan sejumlah perjalanan kereta api ini berarti tinggal 8 Kereta api yang beroperasi di Daop 6. Yaitu kereta api Batara Kresna, Pramek, Joglosemarkerto, Kahuripan. Selain itu kereta yang dibatalkan perjalanannya adalah kereta api Sritanjung, Ranggajati, Sancaka dan Wijaya Kusuma

Dengan tambahan pembatalan perjalanan kereta api ini, kata Eko, total ada 142 perjalanan kereta api yang ditiadakan. Alasan utamanya adalah sepi penumpang dan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Selain itu, kata Eko, para penumpang kereta api wajib menggunakan masker. Jika ada penumpang yang menolak memakai masker maka dengan tegas tidak boleh naik kereta api dan uang tiket dikembalikan 100 persen. Ini berlaku mulai 12 April mendatang.

"Penumpang wajib menggunakan masker, kalau menolak (tidak mau pakai masker), maka kami juga menolak dan tiket dikembalikan 100 persen," tegas Eko.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved