Tutup Akibat Corona, Monumen Jogja Kembali Berpotensi Kehilangan 50.000 Wisatawan

Tutupnya operasional Monumen Jogja Kembali membuat sektor wisata terpukul bahkan berpotensi kehilangan 50ribu wisatawan selama penutupan.

TRIBUNJOGJA.COM
goldy Hutabarat Violinis cilik memainkan biola dengan bergelantung di tembok Monjali pada upacara peringatan Hari Pahlawan 10 November 2019 lalu. 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, SLEMAN - Berbagai sektor terdampak akibat merebaknya virus corona. Akibatnya banyak yang memilih untuk mengurangi bahkan menutup operasional.

Begitu juga sektor wisata seperti museum atau monumen. Monumen Jogja Kembali (Monjali) juga memilih mulai menutup operasional sejak 18 Maret 2020.

Akibatnya Monjali berpotensi kehilangan 50 ribu wisatawan selama penutupan operasional tersebut.

Monumen Jogja Kembali

"Kita belum tahu penutupan (operasional) sampai kapan. Kalau nanti (ditutup) sampai akhir bulan April ya kurang lebih 50.000 pengunjung," kata Nanang Dwinarto Kabag Operasional Monjali dikonfirmasi, Rabu (8/4/2020).

Nanang menjelaskan akibat penutupan ini tentu akan menganggu target capaian wisatawan yang telah dicanangkan. Padahal target wisatawan/kunjungan Monjali dalam satu tahun mencapai 300ribuan pengunjung.

Cegah Penyebaran Corona, Monumen Jogja Kembali Tutup Operasional

Kendati demikan pihaknya tetap optimis kondisi segera membaik dan pulih seperti sedia kala.

Pihaknya tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan para staff serta pengunjung sehingga penutupan operasional ini merupakan langkah tepat untuk menekan angka sebaran virus asal Wuhan, China ini.

"Harapan kami kondisi lekas membaik, sebelum lebaran bisa kembali beroperasi," paparnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved