Situs Ratu Boko

Situs Ratu Boko terletak di tiga kilometer arah selatan dari Candi Prambanan. Situs ini ditengarai berbentuk kompleks kraton

Tribunjogjawiki.com/Wahyu Setiawan Nugroho
Kemegahan Keraton Ratu Boko di Sleman DIY. 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, SLEMAN - Situs Candi Kraton Ratu Boko merupakan salah satu candi yang ditengarai berbentuk kompleks.

Candi Kraton ini berada di kawasan Sleman, DIY.

Tepatnya di Jalan Raya Piyungan - Prambanan No.KM.2, Gatak, Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Situs purbakala ini merupakan kompleks sejumlah sisa bangunan yang berada kira-kira 3 km di sebelah selatan dari kompleks Candi Prambanan, 18 km sebelah timur Kota Yogyakarta dan 50 km barat daya Kota Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia.

Saat ini Kraton Ratu Boko menjadi salah satu kawasan wisata yang dikelola oleh BUMN Borobudur'>PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero).

Sejarah

Ratu Boko terletak sekitar 3 km ke arah selatan dari Candi Prambanan.

Kawasan Ratu Boko yang berlokasi di atas sebuah bukit dengan ketinggian ± 195.97 m diatas permukaan laut.

Candi Borobudur

Sumber air yang berada di kawasan Kraton Ratu Boko di Sleman DIY.
Sumber air yang berada di kawasan Kraton Ratu Boko di Sleman DIY. (Borobudurpark.com)

Situs Ratu Boko sebenarnya bukan sebuah candi, melainkan reruntuhan sebuah kerajaan.

Oleh karena itu, Candi Ratu Boko sering disebut juga Kraton Ratu Boko.

Disebut Kraton Boko, karena menurut legenda situs tersebut merupakan istana Ratu Boko, ayah Lara Jonggrang.

Diperkirakan situs Ratu Boko dibangun pada abad ke-8 oleh Wangsa Syailendra yang beragama Buddha, namun kemudian diambil alih oleh raja-raja Mataram Hindu.

Peralihan ‘pemilik’ tersebut menyebabkan bangunan Kraton Boko dipengaruhi oleh Hinduisme dan Buddhisme.

Di situs Ratu Boko ditemukan sebuah prasasti berangka tahun 792 M yang dinamakan Prasasti Abhayagiriwihara.

Isi prasasti tersebut mendasari dugaan bahwa Kraton Ratu Boko dibangun oleh Rakai Panangkaran.

Prasasti Abhayagiriwihara ditulis menggunakan huruh pranagari, yang merupakan salah satu ciri prasasti Buddha.

Dalam prasasti itu disebutkan bahwa Raja Tejapurnama Panangkarana, yang diperkirakan adalah Rakai Panangkaran, telah memerintahkan pembangunan Abhayagiriwihara.

Nama yang sama juga disebut-sebut dalam Prasasti Kalasan (779 M), Prasati Mantyasih (907 M), dan Prasasti Wanua Tengah III (908 M). Menurut para pakar, kata abhaya berarti tanpa hagaya atau damai, giri berarti gunung atau bukit.

Dengan demikian, Abhayagiriwihara berarti biara yang dibangun di sebuah bukit yang penuh kedamaian. Pada pemerintahan Rakai Walaing Pu Kombayoni, yaitu tahun 898-908, Abhayagiri Wihara berganti nama menjadi Kraton Walaing.

Kraton Ratu Boko yang menempati lahan yang cukup luas tersebut terdiri atas beberapa kelompok bangunan. Sebagian besar di antaranya saat ini hanya berupa reruntuhan.

Candi Prambanan

Halaman selanjutnya

Gerbang

...

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved