Museum Sonobudoyo

Museum Sonobudoyo sangat cocok dijadikan wisata edukatif ditengah Kota Yogyakarta

Tribunjogjawiki.com/Wahyu Setiawan Nugroho
Halaman depan Museum Sonobudoyo Kota Yogyakarta 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYAKARTA - Museum Sonobudoyo merupakan salah satu museum yang terletak di kawasan strategis dan pusat wisata di Kota Yogyakarta.

Lokasinya ada di utara Alun-alun Utara dan di sisi belakang gedung ikonik BNI yang ada di titik nol kilometer Yogyakarta. 

Museum ini mempunyai fungsi sebagai pengelolaan benda museum yang memiliki nilai budaya ilmiah, meliputi koleksi pengembangan dan bimbingan edukatif kultural.

Sedangkan museum ini memiliki tugas untuk mengumpulkan, merawat, mengawetkan, melaksanakan penelitian, pelayanan pustaka, bimbingan edukatif kultural serta penyajian benda koleksi museum.

Bangunan museum ini merupakan rumah joglo dengan pintu masuk utama ada di sisi selatan menghadap ke Alun-alun Utara Yogyakarta.

Koleksi gamelan di Museum Sonobudoyo Kota Yogyakarta
Koleksi gamelan di Museum Sonobudoyo Kota Yogyakarta (Tribunjogjawiki.com/Wahyu Setiawan Nugroho)

Jalan Margo Mulyo

Sejarah

Museum Sonobudoyo dulu adalah sebuah yayasan yang bergerak dalam bidang kebudayaan Jawa, Madura, Bali dan Lombok. 

Yayasan ini berdiri di Surakarta pada tahun 1919 bernama Java Institut.

Dalam keputusan Konggres tahun 1924 Java Instituut akan mendirikan sebuah museum di Yogyakarta.

Pada tahun 1929 pengumpulan data kebudayaan dari daerah Jawa, Madura, Bali dan Lombok. 

Panitia Perencana Pendirian Museum dibentuk pada tahun 1931 dengan anggota antara lain: Ir.Th. Karsten P.H.W. Sitsen, Koeperberg. 

Bangunan museum menggunakan tanah bekas “Shouten” tanah hadiah dari Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dan ditandai dengan sengkalan candrasengkala “Buta ngrasa estining lata” yaitu tahun 1865 Jawa atau tahun 1934 Masehi.

Koleksi di Museum Sonobudoyo Kota Yogyakarta
Koleksi di Museum Sonobudoyo Kota Yogyakarta (Tribunjogjawiki.com/Wahyu Setiawan Nugroho)

Sedangkan peresmian dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwana VIII pada hari Rabu wage pada tanggal 9 Ruwah 1866 Jawa dengan ditandai candra sengkala “Kayu Winayang Ing Brahmana Budha” yang berarti tahun Jawa atau tepatnya tanggal 6  Nopember 1935 tahun Masehi. 

Pada masa pendudukan Jepang Museum Sonobudoyo dikelola oleh Bupati Paniradyapati Wiyata Praja (Kantor Sosial bagian pengajaran).

Di jaman Kemerdekaan kemudian dikelola oleh Bupati Utorodyopati Budaya Prawito yaitu jajaran pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selanjutnya pada akhir tahun 1974 Museum Sonobudoyo diserahkan ke Pemerintah Pusat / Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan secara langsung bertanggung jawab kepada Direktorat Jenderal dengan berlakunya Undang-undang No. 22 tahun 2000 tentang kewenangan Pemerintah dan kewenangan Propinsi sebagai Otonomi Daerah. 

Koleksi di Museum Sonobudoyo Kota Yogyakarta
Koleksi di Museum Sonobudoyo Kota Yogyakarta (Tribunjogjawiki.com/Wahyu Setiawan Nugroho)

Museum Sonobudoyo mulai Januari 2001 bergabung pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi DIY diusulkan menjadi UPTD Perda No. 7 / Th. 2002 Tgl. 3 Agustus 2002 tentang pembentukan dan organisasi UPTD pada Dinas Daerah dilingkungan Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan SK Gubernur No. 161 / Th. 2002 Tgl. 4 Nopember tentang TU – Poksi.

Museum Negeri Sonobudoyo ini tersimpan 10 Jenis koleksi :

  1. Jenis Koleksi Geologika
  2. Jenis Koleksi Biologika
  3. Jenis Koleksi Ethnografika
  4. Jenis Koeksi Arkeologi
  5. Jenis Koleksi Numismatika/ Heraldika
  6. Jenis Koleksi Historika
  7. Jenis Koleksi Filologika
  8. Jenis Koeksi Keramologika
  9. Jenis Koleksi Senirupa
  10. Jenis Koleksi Teknologika

Pasar Beringharjo

Koleksi di Museum Sonobudoyo Kota Yogyakarta
Koleksi di Museum Sonobudoyo Kota Yogyakarta (Tribunjogjawiki.com/Wahyu Setiawan Nugroho)

Organisasi

Dengan diberlakukannya otonomi daerah pada tahun 2001.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved