Pemda DIY Rancang Prototipe Baru Pengganti Becak Motor

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY tengah mengupayakan sebuah prototipe becak listrik pengganti becak motor

Tribunjogjawiki.com/Wahyu Setiawan Nugroho
Becak saat melintas di kawasan Malioboro. 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY tengah mengupayakan sebuah prototipe becak listrik.

Prototipe ini ke depan diharapkan bisa dimanfaatkan para pengemudi, khususnya becak motor (betor). Bahkan, saat ini telah diujicobakan enam prototipe di lapangan.

Kabid Pengendalian dan Operasi Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Hari Agus Triono mengatakan, enam unit yang sedang diujicobakan itu, merupakan becak listrik teknologi pedal assist, dimana sistem gasnya berjalan secara otomatis dari sensor putaran kayuhan.

Menurutnya, model tersebut, dijalankan tanpa gas, tetapi memakai tenaga kaki, layaknya becak manual.

Namun, dalam kondisi berat, semisal ketika melewati tanjakan, tenaga listrik secara otomatis membantu kayuhan becak untuk melaju lebih mudah.

"Ini yang sedang coba kita riset. Bisa tidak, semacam pedal assist nanti yang digunakan. Jadi, tidak perlu pakai gas, langsung dikayuh," katanya belum lama ini.

Apalagi untuk pembuatan pedal assist ini sebenarnya sangat mudah.

Pemda DIY Bakal Mulai Proyek Rekonstruksi Jokteng Lor Wetan

Pemda DIY Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan soal Wabah Virus Antraks

Tetapi, dibutuhkan contoh yang sudah teruji, serta aman.

Menurutnya, model pedal assist tak akan menghasilkan kecepatan yang tinggi, sehingga mendekati aturan kendaraan tradisional.

Memang, secara aturan, pemakaian tenaga listrik ini masih jadi pembahasan pemerintah di tingkat pusat.

Disamping itu pihaknya juga membuat prototipe dengan jumlah lebih dari satu, agar pilihannya lebih bervariasi dan dapat diterima para pebecak.

Terlebih, Ditjen Perhubungan Darat sudah memberikan dukungan terhadap Pemda DIY, mengenai penggunaan becak kayuh dengan tenaga penguat alternatif, sesuai dengan yang tertera pada surat nomor AJ.005/3/5/DJPD/2019, tertanggal 9 November 2019.

"Prototipe yang kami rancang kecepatannya di bawah 20 kilomter per jam. Jadi, dapat dikategorikan non motor dan bisa dikelola oleh pemerintah daerah. Antara aturan dan teknis, coba kita temukan, agar diterima oleh semua pihak," sebutnya.

(TRIBUNNEWSWIKI/Wahyu Setya)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved