Museum Benteng Vredeburg

Museum Benteng Vredeburg memiliki sejarah panjang terhadap masa penjajahan Belanda di Indonesia hingga merdeka.

Tribunjogjawiki.com/Wahyu Setiawan Nugroho
Pintu masuk utama Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta 

Tahun 1992 sampai sekarang, berdasarkan SK Mendikbud RI Prof. Dr. Fuad Hasan No. 0475/0/1992 tanggal 23 November 1992, secara resmi Museum Bneteng Vredeburg menjadi Museum Khusus Perjuangan Nasional dengan nama Museum Benteng Vredeburg Yoyakarta yang menempati tanah seluas 46.574 m persegi.

Kemudian tanggal 5 September 1997, dalam rangka peningkatan fungsionalisasi museum, Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta mendapat limpahan untuk mengelola museum Perjuangan Yogyakarta di Brontokusuman Yogyakarta berdasarkan SK Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: KM. 48/OT. 001/MKP/2003 tanggal 5 Desember 2003.

Monumen Jogja Kembali

Suasana dalam Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta
Suasana dalam Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta (Tribunjogjawiki.com/Wahyu Setiawan Nugroho)
Koleksi
Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta menyajikan koleksi-koleksi sebagai berikut:
1. Koleksi Bangunan: 
a. Selokan atau parit, dibuat mengelilingi benteng yang pada awalnya dimaksudkan sebagai rintangan paling luar terhadap serangan musuh yang kemudian pada perkembangan selanjutnya karena sistem kemiliteran sudah mengalami kemajuan hanya digunakan sebagai sarana drainase atau pembuangan saja. 
b. Jembatan, pada awalnya dibuat jembatan angkat (gantung), tetapi karena berkembanganya teknologi khususnya kendaraan perang kemudian diganti dengan jembatan yang paten. 
c. Tembok (benteng), lapisan pertahanan sesudah parit adalah tembok (benteng) yang mengelilingi komplek benteng, berfungsi sebagai tempat pertahanan, pengintaian, penempatan meriam-meriam kecil maupun senjata tangan. 
d. Pintu gerbang, dibangun sebagai sarana keluar masuk di komplek benteng. Pintu gerbang tersebut berjumlah tiga buah yaitu di sebelah barat, timur dan selatan.Tetapi khusus sebelah selatan hanya dibuat Iebih kecil saja. 
e. Bangunan-bangunan di dalam benteng (di bagian tengah benteng) yang berfungsi sebagai barak prajurit dan perwira, yang kemudian pada perkembangan selanjutnya di fungsikan sebagai tangsi militer. 
f. Monumen Serangan Oemoem 1 Maret 1949. 
2. Koleksi Realia
Merupakan koleksi yang berupa benda (material) yang benar-benar nyata bukan tiruan dan berperan Iangsung dalam suatu proses terjadinya peristiwa sejarah. 
Antara lain berupa: peralatan rumah tangga, senjata, naskah, pakaian, peralatan dapur dan Iain-lain. 
3. Koleksi Foto, Miniatur, Replika, Lukisan dan atau benda basil visualisasi lainnya. 
4. Koleksi Adegan Peristiwa Sejarah dalam bentuk minirama, yaitu: 
a. Ruang Diorama l, terdiri dari 11 buah diorama yang menggambarkan peristiwa sejarah yang terjadi sejak periode perang Diponegoro sampai masa pendudukan Jepang di Yogyakarta (1825-1942). 
b. Ruang Diorama ll, terdiri dari 19 buah diorama yang menggambarkan peristiwa sejarah sejak Proklamasi atau awal Kemerdekaan sampai dengan Agresi Militer Belanda I (1945-1947). 
c. Ruang Diorama Ill, terdiri dari 18 buah diorama yang menggambarkan peristiwa sejarah sejak adanya Perjanjian Renville sampai dengan Pengakuan Kedaulatan RIS (1948-1949). 
d. Ruang Diorama IV, terdiri dari 7 buah diorama yang menggambarkan peristiwa sejarah periode Negara Kesatuan Republik Indonesia sampai Masa Orde Baru (1950-1974).
Koleksi di beberapa diorama yang ada di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta
Koleksi di beberapa diorama yang ada di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta (Tribunjogjawiki.com/Wahyu Setiawan Nugroho)
Fasilitas
Saat ini Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta memiliki fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan seni, budaya serta ilmu pengetahuan. antaralain: 
1. Halaman Luar: Monumen Serangan Oemoem 1 Maret 1949, Taman Luar, Halaman Parkir 
2. Halaman Dalam: Anjungan, Bastion (Seleka),Taman Bagian Dalam 
3. Ruangan di dalam bangunan benteng dapat dimanfaatkan sebagai ruang rapat, seminar, ceramah/diskusi, lokakarya, pameran (seni, budaya dan ilmu pengetahuan), ruang audio visual (untuk rombongan), mushola, kantin serta guesthouse. 
4. Perpustakaan, yang berisi bermacam-macam buku dari berbagai disiplin ilmu. 
5. Hotspot Area dan wisata sepeda onthel. 
Fasilitas Tambahan
1. Ruang Pengenalan/Mini Studio 
Ruang ini berfungsi seperti mini studio dengan kapasitas kurang lebih 50 orang, yang memutar film-film dokumenter dengan durasi 10-15 menit. 
Pengunjung museum dapat menyaksikan film-fiIm tersebut sambil beristirahat sebelum melanjutkan kunjungan ke ruang-ruang diorama. 
2. Media Interaktif 
Mulai tahun 2012 ini, di diorama 1 dan 2 dilengkapi dengan sarana media interaktif yaitu berupa media layar sentuh/touch screen. Pengunjung dapat menggunakan media ini untuk mengetahui sejarah suatu peristiwa secara lebih luas lagi. 
3. Ruang Audio Visual untuk Pemutaran Film Perjuangan 
Tepatnya di gedung F lantai 2, saat ini para pengunjung dapat menikmati sajian film-film perjuangan koleksi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. 
Film-film tersebut akan diputar setiap hari Jumat jam 13.00 WIB dan hari Minggu jam 10.00 dan 13.00 WIB dengan jadwal film yang berbeda. 
Suasana dalam diorama yang berisi koleksi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta
Suasana dalam diorama yang berisi koleksi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta (Tribunjogjawiki.com/Wahyu Setiawan Nugroho)
Tiket
Wisatawan Mancanegara : Rp 10.000
Wisatawan Domestik 
1. Dewasa perorangan : Rp 3.000
2. Dewasa rombongan (min 20 orang) : Rp 2.000
3. Anak-anak perorangan : Rp 2.000
4. Anak-anak rombongan : Rp 1.000
Keterangan harga tiket masuk di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta
Keterangan harga tiket masuk di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta (Tribunjogjawiki.com/Wahyu Setiawan Nugroho)
Jam Operasional 
Senin : Libur
Selasa-Kamis : 07.30 - 16.00 WIB 
Jumat : 07.30 - 16.30 WIB 
Sabtu-Minggu : 07.30 - 16.00 WIB 
Detail 
Nama : Museum Benteng Vredeburg 
Lokasi : Jalan Margo Mulyo No 6 Kota Yogyakarta 
Telepon : 0274-586934
Email : vredeburg@kemdikbud.go.id
Website : www.vredeburg.id
Facebook : Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta 
Instagram : museum.benteng.vredeburg
Twitter : b_vredeburg
Beberapa koleksi di Museum Benteng Vredeburg yang berisi tentang Keraton Nyayogyakarta
Beberapa koleksi di Museum Benteng Vredeburg yang berisi tentang Keraton Nyayogyakarta (Tribunjogjawiki.com/Wahyu Setiawan Nugroho)
Sumber :
www.vredeburg.id
Wawancara dengan Ita Ratnasari selaku Publikasi Museum Benteng Vredeburg, Selasa (7/1/2020). 
 (TRIBUNNEWSWIKI/Wahyu Setya)
Ikuti kami di
Penulis: Wahyu Setya Nugraha
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved