Ada Perayaan Unik di Monjali, Gunakan Bambu hingga Biola

Monumen Jogja Kembali (Monjali) menjadi salah satu museum yang beberapa kali menggelar perayaan hari-hari bersejarah dengan cara unik.

TRIBUNJOGJA.COM
Goldy Hutabarat Violinis cilik memainkan biola dengan bergelantung di tembok Monjali pada upacara peringatan Hari Pahlawan 10 November 2019 lalu. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, YOGYAKARTA - Monumen Jogja Kembali (Monjali) menjadi salah satu museum yang beberapa kali menggelar perayaan hari-hari bersejarah dengan cara unik.

Diantaranya peringatan hari yang mengenang Serangan Oemoem 1 Maret 1949 serta Hari Pahlawan, 10 November.

1. Pancang 1500 Bambu Runcing dan Pecahkan Rekor MURI

Sebagai bentuk penghayatan peristiwa Serangan Oemoem 1 Maret 1949 di Yogyakarta, Monjali memancang sebanyak 1500 bambu runcing yang melingkari bangunan museum.

Hal ini pun mampu pecahkan rekor MURI pada 1 Maret 2018 lalu.

Monjali mendapat penghargaan sebagai pemancang bambu runcing terbanyak di Indonesia yakni berjumlah 1.500 bambu runcing yang ditancapkan di sekitar monumen.

Selain bentuk penghayatan peristiwa Serangan Oemoem 1 Maret 1949 di Yogyakarta, pemancangan bambu ini juga mengenang kembali pejuangan pahlawan saat kembali merebut kedaulatan NKRI dari tangan Belanda.

Nanang Dwinarto selaku Kabag Operasional Monjali sekaligus Ketua Panitia Peringatan SO 1 Maret 1949, menjelaskan proses pemancangan waktu itu ia mulai sejak tanggal 21 Februari hingga 28 Februari 2018 dan bekerjasama dengan tim panjat tebing Mapala UPN “Veteran” Yogyakarta dan relawan lainnya.

Adapun tim Mapala terdiri atas tim panjat tebing, arung jeram dan kayak.

Ia mengatakan bambu-bambu tersebut sengaja ia datangkan dari kawasan luar DIY yakni Parakan, Temanggung, Jawa Tengah.

"Kenapa Parakan, karena bambu yang digunakan oleh pejuang zaman dulu juga berasal dari parakan," tukasnya.

Sementara itu, saat upacara beberapa relawan dan Mapala menggelantung diatas Puncak Kerucut Monjali. Dan sebagian lain menjaga bendera raksasa berukuran 28x18 meter di kolam sisi barat dan timur.

Ariani Siregar, Manager MURI mengatakan apa yang dilakukan pihak Monjali tersebut mengalahkan rekor sebelumnya.

MURI pernah mencatat rekor serupa, yakni pemancangan bambu runcing pada mobil terbanyak.

Rekor yang dipecahkan pada tahun 2012 silam di Semarang tersebut sebanyak 258 bambu runcing.

"Rekor itu kini ditumbangkan Monjali dengan memasang 1500 bambu runcing. Untuk itu kami anugerahkan piagam tersebut kepada Monjali," terangnya waktu itu.

2. Peringati Hari Pahlawan, Siswa SD Mainkan Biola dengan Bergelantung di Monjali

Ialah Goldy Hutabarat, anak kelas 4 Sekolah Dasar yang berani memainkan biola di tembok bangunan Monumen Jogja Kembali (Monjali) pada perayaan upacaya Hari Pahlawan, 10 November 2019 lalu.

Goldy berhasil mencuri perhatian karena keberaniannya memainkan biola dengan bergelantungan di tembok bangunan berbentuk kerucut tersebut.

Selama tampil ia memainkan sejumlah lagu diantaranya Indonesia Raya, Mengheningkan Cipta, Satu Nusa Satu Bangsa, Tanah Airku, Indonesia Pusaka, dan Bagimu Negeri.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved