Setiap Selasa Wage, Digelar Pentas Seni dan Budaya di Malioboro

Ada yang menarik setiap Selasa Wage di Malioboro, selain sepi PKL kawasan ini juga akan diisi pentas seni dan budaya mulai sore hingga malam.

TRIBUNNEWSWIKI/Wahyu Setya
Jalan Malioboro termashyur sebagai kawasan pariwisata di Kota Yogyakarta 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, YOGYAKARTA - Setiap 35 hari sekali, Pemerintah DIY bekerjasama dengan Pedagang Kaki Lima (PKL) sepanjang Malioboro'>Jalan Malioboro sepakat untuk mengosongkan areal pedestrian khususnya tempat berjualan PKL.

Adapun hari yang dipilih adalah setiap Selasa Wage dalam kalender jawa.

Hal ini bertujuan untuk memberi nafas Malioboro agar beristirahat sehari dari hiruk pikuk aktivitas dagang di Malioboro.

Selain itu, diwaktu yang bersamaan, PKL juga diajak untuk melakukan reresik (bersih-bersih) Malioboro di pagi harinya agar kebersihan tetap terjaga di kawasan ikonik wisata di Kota Yogyakarta ini.

Raja Keraton yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menuturkan untuk mengisi aktivitas di kawasan selama Selasa Wage, pihaknya berkeinginan agar diisi oleh aktivitas seni budaya baik dari tiap-tiap kabupaten dan desa maupun komunitas dan seni.

"Kami coba selalu isi aktivitas tidak sekedar kosong, tapi juga ada aktivitas seni budaya tidak hanya orang menari tapi mungkin pameran patung, pameran lukisan," kata Ngarsa Dalem dalam peninjauan Uji Coba Semi Pedestrian Malioboro, Juni 2019 lalu.

"Sehingga setiap Selasa Wage itu tidak sekedar kosong orang jualan, tetapi bagaimana juga ada performance. Bahwa, Yogya ini setiap hari ada aktivitas budaya," lanjutnya.

Pihaknya berharap dengan adanya aktivitas seni budaya di Malioboro ini mampu menjadi sebuah magnet baru bagi wisatawan.

Adapun terkait aktivitas seni budaya tersebut direncanakan akan digelar di sepanjang Malioboro'>Jalan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

"Jadi ramainya Yogya itu tidak hanya weekend saja gitu. Setiap 35 hari (sekali) juga ada aktivitas budaya dari titik spur (rel kereta) sampai titik nol," jelasnya.

Adapun pelaksanaannya, kata Sultan, akan dibagi dan diatur sesuai dengan masing-masing komunitas maupun kelompok seni yang akan tampil.

"Ada yang (tampil) sore ada yang malam," paparnya.

(TRIBUNNEWSWIKI/Wahyu Setya)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved