Jalan Malioboro

Jalan Malioboro merupakan jalan yang membentang di tengah Kota Yogyakarta. Lokasi ini menjadi kawasan wisata. Juga menjadi poros garis imajiner

TRIBUNNEWSWIKI/WAHYU SETYA
Jalan Malioboro menjadi destinasi favorit wisatawan saat berkunjung ke Yogyakarta. 

Informasi Awal

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jalan Malioboro merupakan nama salah satu ruas jalan yang ada di Kota Yogyakarta. Lokasinya berada di selatan rel kereta api Stasiun Tugu Yogyakarta. Tepatnya di Kelurahan Sosromenduran Kecamatan Gedongtengen Kota Yogyakarta.

Jalan Malioboro merupakan sambungan dari Jalan Margo Utomo yang berada tepat di Selatan Tugu Pal Putih Yogyakarta.

Jalan Malioboro melintas dari depan Hotel Gran Inna Malioboro hingga perempatan pecinan Malioboro atau Toko Batik Terang Bulan.

Jalan Malioboro termashyur sebagai kawasan pariwisata di Kota Yogyakarta
Jalan Malioboro termashyur sebagai kawasan pariwisata di Kota Yogyakarta (TRIBUNJOGJAWIKI)

Setelah Jalan Malioboro diteruskan oleh Jalan Margo Mulyo yang membentang hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Ketiga jalan (Margo Utomo, Malioboro dan Margo Mulyo) merupakan poros garis imajiner yang menghubungkan Merapi, Tugu, Keraton, hingga laut selatan jawa.

Saat ini, Jalan Malioboro begitu termashyur menjadi objek kawasan wisata di Yogyakarta. Kawasan ini membentang mulai dari Jalan Malioboro hingga Jalan Margo Mulyo.

Dahulu jalan ini dikenal karena banyaknya pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya di sepanjang jalan dan menjadi tempat berkumpul para seniman untuk mengekspresikan skill mereka seperti musik, lukis dan seni lainnya.

Banyak situs sejarah yang ada disekitar lokasi diantaranya Stasiun Tugu, Benteng Vredeburg, Pasar Beringharjo, Istana Kepresidenan (Gedung Agung), serta Kantor Pos dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret (SO 1 Maret).

Halte Trans Jogja yang berada di Jalan Malioboro Yogyakarta.
Halte Trans Jogja yang berada di Jalan Malioboro Yogyakarta. (TRIBUNJOGJAWIKI)

Gedung pemerintahan seperti Gedung DPRD Provinsi dan Kepatihan atau Kantor Gubernur DIY juga berlokasi di samping Jalan Malioboro.

Filosofi

Siapa yang tak mengenal Jalan Malioboro yang moncer sebagai kawasan pariwisata di Yogyakarta.

Ruas jalan yang merupakan poros garis imajiner yang menghubungkan Merapi, Tugu, Keraton, hingga laut selatan jawa ini begitu termashyur menjadi kawasan wisata.

Becak dan wisatawan saat melintas di Jalan Malioboro
Becak dan wisatawan saat melintas di Jalan Malioboro (TRIBUNJOGJAWIKI)

Dikutip Tribunjogjawiki.com dari buku profil berjudul 'Yogyakarta City of Philosophy' yang dikeluarkan oleh Dinas Kebudayaan DIY disebutkan makna etimologi dari Jalan Malioboro adalah 'Jadilah Wali yang Mengembara'.

Maksud dari filosofi ini adalah sebuah gambaran dimana menjadi salah satu tahapan yang harus dilalui oleh manusia di dunia.

Dalam buku dituliskan Maliabara (Malioboro -red) berasal dari kata Malia yang berarti Jadilah Wali. Bara yang berasal dari kata Ngumbara (Mengembara).

Jadi makna Maliabara secara etimologis adalah Jadilah Wali yang Mengembara.

Filosofi ini merupakan lanjutan dari jalan yang membentang sebelumnya dari arah utara ke selatan yakni Jalan Marga Utomo.

Andong menjadi salah satu transportasi wisata pilihan saat berkunjung ke Jalan Malioboro Kota Yogyakarta.
Andong menjadi salah satu transportasi wisata pilihan saat berkunjung ke Jalan Malioboro Kota Yogyakarta. (TRIBUNJOGJAWIKI)

Jalan yang membentang dari arah Tugu Pal Putih ke selatan ini merupakan filosofi tahapan yang harus dilalui oleh manusia di dunia.

Jalan Malioboro merupakan tahapan kedua yang harus dilalui oleh manusia setelah sebelumnya digambarkan dalam Jalan Marga Utomo di sisi utara sebagai tahapan awal.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved