Vape Justru Miliki Banyak Dampak Negatif, Dapat Membuat Pria Jadi Tidak Subur hingga Merusak Jantung

Di Amerika Serikat sendiri telah mengonfirmasi terkait meningkatnya jumlah korban menjadi 530 orang, delapan di antaranya telah meregang nyawa.

pixabay.com
Ilustrasi vape. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Vape atau vapor adalah rokok elektronik yang kini sedang digemari oleh masyarakat sebagai pengganti rokok tembakau.

Sebanyak 7 dari 10 orang berhenti merokok dengan rokok tembakau dan beralih ke vape.

Namun, anggapan vape lebih baik dari rokok tembakau ternyata tidak dibenarkan.

Dikutip dari Grid.ID melalui Toronto Sun, Senin (23/9/2019), dinas kesehatan di Kanada yaitu daerah Ontario dan British Columbia sedang menyelidiki empat kasus penyakit paru-paru kronis.

"Satu dari tiga kemungkinan adalah terkait dengan produk vaping," jelas Globe dan Mail.

Menurut Robert Schwartz, ilmuwan senior di Lembaga Penelitian Kebijakan Kesehatan Mental dan Pusat Ketergantungan (CAMH), vaping membawa kerusakan hingga membunuh dalam jangka panjang.

Di Amerika Serikat sendiri telah mengonfirmasi terkait meningkatnya jumlah korban menjadi 530 orang, delapan di antaranya telah meregang nyawa.

Selain itu Loren Vanderlinden, manajer kebijakan publik dengan Toronto Public Healty, diminta untuk terus meningatkan secara aktif mengenai kesadaran bahaya rokok elektronik.

"Membantu mengingatakan resiko produk vape dan untuk mendidik masyarakat terutama anak-anak, remaja, dan orang tua," ujar Loren.

Sementara itu, dilansir World of Buzz, Senin (23/9/2019), spesialis Kebidanan dan Kandungan Prof Dr Imelda Balchin mengungkapkan bahaya vaping melalui laman Facebooknya.

Dalam laman Facebook-nya, ia menuliskan bahwa vaping dapat menyebabkan ketidaksuburan pada pria.

"Vaping dapat menyebabkan infertilitas pria," tulis Imelda Balchin.

Selain itu, ahli kesuburan dan konsultan obygn, Dr M Hatta Termizi juga menambahkan pernyataannya.

Melalui laman Facebook-nya, ia menjelaskan tentang penggunaan vaping pada kesuburan pria.

Para peneliti di Universitas Collage of London (UCL) telah mempelajari masalah vaping dan kesuburan.

Dalam penelitian itu ditemukan bahwa campuran air, penyedap makanan, pilihan kadar nikotin, dan propilen glikol atau sayuran gliserin dapat mempengaruhi sperma.

Peneliti juga menemukan ada hal yang lebih mengkhawatirkan pada aroma vape.

Aroma favorit yang dipilih ternyata dapat menimbulkan efek samping yang berbeda.

"Vape rasa jus sangat mengurangi tingkat kesuburan pria, bubblegum membunuh sel di testis, sedangkan kayu manis berdampak negatif pada pergerakan sperma," terangnya.

Sementara itu, penelitian yang dilakukan di Baptist University of Hong Kong juga menemukan dampak negatif vaping.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved